Kabupaten Bekasi adalah wilayah yang diberkahi banyak Sungai. Karena letak Geografis selatan wilayah ini adalah Plateau atau dataran tinggi dengan bukit dan pegunungan mencakup wilayah Bogor di Selatannya, dan di Timur meliputi Bandung dan Purwakarta.
Dataran tinggi diwilayah tersebut merupakan tangkapan air (water charge) yang memberikan aliran air ke Sungai melewati Kabupaten Bekasi. Terdapat 21 Sungai yang melewati wilayah ini.
Laju pertumbuhan penduduk Kabupaten Bekasi ( populasi 3,805 juta jiwa tahun 2020), urbanisasi dan pertumbuhan investasi dalam bemtuk pertambahan luas Kawasan Industrial serta perumahan merupakan Faktor yang menyebabkan penurunan Indeks Kualitas Air (IKA).
Akibat dari Faktor tersebut menimbulkan dampak berupa pencemaran industri rumah tangga, pencemaran limbah padat rumah tangga, UMKM maupun sektor industri lainnya dengan Komponen indeks Kualitas ingkungan Hidup pada Kualitas air di Kabupaten Bekasi adalah 42,3% dari bobot 0.376.
Untuk meningkatkan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup pada tahun 2024, berikut ini adalah strategi yang akan dimaikan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi.
Pertama melakukan melakukan pemantauan kualitas air yang berkelanjutan secara berkala meliputi pemantauan pada saat banjir di 21 sungai se Kabupaten Bekasi.
Kedua adalah melakukan penyusunan maupun kebijakan terkait monitoring dan controlling beban pencemar dan upaya seperti pemulihan (konservasi DAS) dan remediasi sumber air.
Ketiga menjaga debit air yang berhubungan dan fungsi lahan pertanian.
Keempat adalah penggunaan air yang efisien seperti pembuatan Bipori yang merupakan sirkular mensuplai air hujan ke dalam tanah.
Terakhir adalah menjaga tingkat erosi dan sendimentasi dengan menjaga area garis sempadan sungai dari okupasi oleh pihak tertentu.
Selain jurus yang akan dimaikan untuk meningkatkan Indeks Kualitas air diatas ke depan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi juga akan melakukan upaya berupa peningkatan partisipasi masyarakat yang pro aktif dengan prilaku hidup bersih sehat khususnya pelajar, mahasiswa dan para penggiat Lingkungan Hidup.
Sumber: Laporan IKLH 2023